| ||||||||||||||||
|
| Seminar "Quo Vadis Indonesia? Politik, Ekonomi, dan Agama" |
| Saturday, 18 April 2009 | |||||||||||||||||||||||||||||
|
Kita bersyukur masyarakat kita semakin demokratis, dengan kesadaran politik yang semakin tinggi. Harapan kita, demokrasi yang telah dicapai akan membawa kepada kesejahteraan bangsa. Begitu pula sebaliknya, kita berharap, semakin sejahtera bangsa ini, perilaku mereka semakin demokratis. Seperti terjadi pada negara-negara Barat umumnya: demokratis sekaligus sejahtera. Demokrasi membawa kesejahteraan. Pertumbuhan ekonomi mendorong demokratisasi. Benarkah itu bahwa keduanya—ekonomi dan politik—sejajar dan proporsional? Apa betul bahwa mereka memiliki hubungan kausal (sebab-akibat) timbal-balik? Jika hal itu betul, lalu bagaimana dengan negara Singapura, ekonominya baik tapi tidak demokratis? Atau Pilipina, demokratis tapi ekonomi amburadul! Bagaimana dengan bangsa kita? Mungkinkah kita menjadi bangsa demokratis sekaligus sejahtera? Sampai sejauh mana faktor budaya dan agama mempengaruhi percaturan politik dan perkonomian bangsa kita? Temukan jawabannya dalam Seminar Quo Vadis Indonesia ini!
Informasi Acara (will be updated) Pembicara: Benyamin F. Intan, Ph.D. Biaya: $20/orang Lokasi acara:
Profile pembicara:
|
|||||||||||||||||||||||||||||
| < Prev | Next > |
|---|
| ©2008 MRII Boston | About Us | Reformed Injili | Contact Us | Search | Member |
